This is my life...

a pieces story of me, as a daughter, sisters, friends, lovers and of course HUMAN

Monday, 3 May 2010

WHAT WE ARE LOOKING FOR?

adang-kadang saya, kamu atau bahkan semua orang dimuka bumi ini sering merasa menjadi orang yang paling menderita, runtuh semangat karena merasa jadi orang yang paling diinjak-injak. hidup terfokus pada pertanyaan, seberapa dalam mreka mau melukai saya lagi... menangis tengah malam buta hanya untuk berpikir tentang bagaimana seseorang membuat saya menangis pagi ini, atau berpikir bagaimana saya merasa hidup ini tidak adil karena pacar saya jatuh cinta pada teman saya. saya terus bersembunyi dalam kotak pandora penderitaan saya, tentang sejuta ketidakadilan yang saya pikir saya dapatkan, atau bahkan tentang luka yang saya pikir dibuat oleh orang-orang disekeliling saya secara sengaja ataupun tidak. bukan hanya saya, bahkan mungkin juga kamu, dia, mreka atau siapapun juga. kita melakukan hal yang sama.

Saya, tidak pernah berpikir bagaimana sikap saya bisa melukai orang lain, saya, tidak pernah mencoba menimajinasikan diri saya menadi iblis pembawa duka, bukan malaikat yang terlukai. saya memupuk keegoisan manusia dalam diri saya dan bahkan menanamkanny lekang-lekang dalam otak saya, saya hanya senang dengan status korban, tanpa saya sadari banyak orang yang juga tlah menjadi "korban" atas sifat manusiawi saya..

manusia yang baik bukan manusia yang selalu berpikir tentang bagaimana ia menjadi korban dan dilukai, tapi manusia yang baik adalah manusia yang berpikir tentang seberapa banyak luka yang telah ia tancapkan di jantung orang lain. agar ia tidak lagi terbiasa melukai,,, agar ia tidak lagi merasa menjadi manusia yang paling benar, agar ia bisa menjadi contoh yang lebih baik, untuk generasi yang lebih baik...

what we r looking for?

KITA

Aku terpekur dalam jegala 24 jam waktu hidupku...
aku dan duniaku,,
kamu dan dunia mu,,

aku merasa mendapat lebih dari yang dapat kupikirkan,
dan aku merasa kurang dari apa yang aku butuhkan...

tapi,
seberapa keraspun dunia memutarku dalam rotasinya...
aku tahu,
aku membutuhkanmu..

setiap pertengkaran yang terjalin menyadarkanku bahwa kita berbeda,,
terlalu jauh berbeda,
tapi entah kenapa rotasi perbedaan kita memaksaku menempel terlalu dekat padamu..
hingga aku tau aku tak bisa lepas, meski hanya sepersekian detik dari genggamanmu...
aku tahu aku tak mau..

jarak hanyalah ratusan bahkan ribuan langkah pemisah..
karena bagiku,
jarak itu tak akan membatasi,,
tak akan pernah menjadi pembatas..
karena aku dan kamu lebih dari sebuah langkah dan batas..
karena aku adalah kamu,
kamu adalah aku
aku dan kamu adalah kita..
dan kita tak pernah memiliki jarak yang cukup membentang yang dapat mengubah rasa...

karena kita adalah percaya, dan kita adalah rasa..

Wednesday, 3 March 2010

AKU

Aku,,
pernah begitu percaya.. sampai saat aku tak bisa lagi percaya...

Aku,,
pernah mencintai musuhku sedalam aku membenci kekasih ku...

Aku pernah berhasil dan sering gagal,,
tapi,,
itusemua tak pernah cukup kuat melukaiku...
karena,,

yang paling melukaiku adalah saat seseorang bilang

"Mungkin aku akan gagal dan kehilangan kamu"

aku hanya tak mau dia menyerah,,

aku hanya tak ingin dia mengaku kalah,,

tapi saat dia tanya "aku harus bagaimana?"

aku,
hanya bisa menggeleng pelan,,,
aku,
hanya bisa tersedu tertahan,,,

karena,
aku,, tak tahu...

Wednesday, 24 February 2010

BELUM ADA JUDUL-LAGI.

Saya berjalan tertatih dalam tabir gelap yang meninggalkan bekas...
Dalam kerinduan yang lagi dan lagi mengetuk tuan nurani..
Menyisakan bilur buram goresan masa lalu..
Saya ingat kakek saya, saat tangan hangatnya merengkuh saya dalam peluk kasih. Saat beliau membelai lembut poni saya dan berbisik sayang.. Saat ia menatap saya takjub dalam balutan kebaya. Saat ia terlelap dalam pangkuan saya didalam mobil pagi itu dan tak pernah terbangun lagi.. Saat seseorang meraih tangan saya dan berkata"rumah kamu dimana", saat saya menunjukan arah perlahan.. Saat usia 4 tahun membuat saya menatap bodoh ibu saya yang menangis, saat saya berkedip bingung menatap tubuh kakek saya digotong pulang orang-orang yang tidak bisa saya ingat wajahnya.. Saat saya bertanya kenapa kakek saya tidak jadi mengantar saya sekolah.. Saat saya tidak sadar..saat sesak hinggap di dada saya.. Saat sakitnya masih terasa sampai saat ini.. sampai detik ini...
Kerinduan itu tak beranjak pergi tuhan, tiba-tiba senyuman bapak saya datang membayang otak rapuh saya.. Saat saya cium pipinya sepulang kemping pramuka, saat saya peluk tubuhnya, saat saya cium tangannya, saat saya berkata saya sayang dia... Sakitnya kembali terasa Tuhan, saat saya berangkat pagi itu tanpa perasaan apa-apa. Saat saya menatap dokter berputar arah riuh berusaha menyelamatkan bapak saya.. Dan lagi-lagi umur 18 tahun tidak membuat saya cukup pintar untuk menyadari apa yang terjadi.. Yang saya tahu, bapak saya tidak bergerak.. Lagi..
Sakitnya datang lagi Tuhan, setiap saya menatap nanar mata ibunda saya dalam luka hampa biru kesunyian.. Duka.. dan nestapa..
Perihnya terasa lagi Tuhan, saat saya tatap binar adik saya di ulang tahunnya yang ke-4..
Saya ini pendosa Tuhan, banyak sekali luka dan gelap yg tersembunyi rapat dihidup saya, yang saya tahu engkau dapat lihat dengan jelas setiap nista yg saya coba tutup rapat..
We believe in YOU ya Rob,,

Tuesday, 19 January 2010

CINTA PERTAMA

Saya tidak tahu apa yang tersisa untuk saya ungkapkan,
saya kehilangan banyak kata,
saya bahkan tidak sanggup lagi menangisi dia,
mata dan rambut cokelatnya hanya menjadi serpihan sisa biru dalam diri saya...

Apa yang harus saya lakukan lagi? mengakhiri 3 tahun penantian dan 4 tahun kegembiraan saya?

Saya mulai bertanya apa 7 tahun yang saya habiskan untuk dia akan menjadi suatu kesia-siaan?

saya mencoba mencari sosok lain selain dia, tapi, sosoknya terlalu mendeterminasi saya dan memecah saya...

saya tak sanggup melupakan dia, bahkan untuk sekedar tertidur tanpa memimpikan dia, saya tak sanggup...

Dia bilang dia lelah, dia ingin istirahat dari perjalanan panjang kami, lalu kenapa dia menangis? seandainya dia bilang dia ingin pergi dengan tersenyum, mungkin, saya akan dengan senang hati pergi, tapi, saat mendengar isaknya di sela kata ich liebe dich, itu menghancurkan saya!!

teman-teman saya berpikir bahwa mantan pacar amerika saya meruntuhkan saya, mereka berpikir si kanada meremukan saya, bahkan mereka pikir saya senang bermain dengan indonesian boy,,, tapi, apa mereka tahu ternyata sosok cinta pertama saya yang sebenarnya meluluhlantakan saya?

Saya hanya ingin istirahat, seperti dia, saya juga sangat lelah,,, memandangi email setiap hari hanya untuk mendengar cerita-ceritanya tentang several Savannah, duduk berjam-jam didepan komputer hanya untuk melihat ia tersenyum pada saya, bahkan merelakan jari manisnya dilingkari cincin pertunangan gadis lain itu juga membuat saya merasa sangat lelah, tapi, saya bertahan, karena saya terus ingin meyakinkan diri saya bahwa yang dia cintai hanya saya...

tapi sekarang, saya tidak tahu, saya hanya merasa benar-benar tidak tahu...