Dulu.. Aku ditinggalkan..
Dalam duka yang kutahu takkan terobati.. Aku terhianati..
Dalam sakit yang lagi-lagi aku tahu takkan berujung..
Pedihku, sakitku..
Laraku..dukaku..
Lukaku..
Menganga dalam balutan pedih kesendirian..
Dalam rintihan tangis dan kesepian..
Kulewati hidupku dalam tarian waktu, membiarkan khasanah bilur gulirnya lenyapkan rasa itu..
Tariannya tak hilangkan rasa, abu-abunya tetap saja tertinggal nan meracuni sisa detak tak bertuan.. Hingga..
Kamu datang, dalam situasi rumit yang memabukan..
Dalam langkah maju mundur keragu-raguan..dalam butir tetesan kebimbangan..
Kita melangkah dalam diam.. Bersembunyi dalam naungan awan saat ingin bersama.. Mencari ruang hampa tersisa untuk berkata aku cinta..
Tersipu saat mereka mendapati ku memelukmu erat...
Kau rengkuh aku saat aku hampir menyerah..
Kau lewati bukit-bukit kesulitan dan ketidak pastian hanya untuk mendekapku dalam lindunganmu.. Meyakinkanku bahwa kita bisa.. Kamu bilang kamu yakin atas sebuah rasa yang kita bangun tidak akan mudah dirusak hanya karna angin badai sekali pun
karna kamu yakin dan percaya akan semuanya..
Dan sekarang, nyaris 2 tahun ku biarkan bahumu jadi sandaranku.. Ku biarkan tanganmu hapus airmataku, ku izinkan kakimu ikuti jejak tawaku.. Dan kau telah menjadi bagian hidupku..
Kamu adalah kehangatan yang selalu datang saat dinginnya hidup menghempaskanku..
Dan untuk kesekian kalinya ku tutup mataku dalam doa penuh syukur...
Seandainy hidup tak memberiku luka ditinggalkan.. Takkan a̐ϑª hari ini..
Seandainya hidup tak memberiku luka dikhianati.. Takkan a̐ϑª hari ini..
Aku bersyukur aku pernah terluka, karena luka itu membawamu sebagai pengobat...
Dalam nyanyian cinta aku menulis surat ini, untuk memberitahu kamu, teman-temanmu dan temanku.. Bahwa aku.. Bersyukur memiliki kamu.. Bahwa kamu adalah anugerah.. U r not a perfect soldier, but u will always be a good man.. My good man..