Satu, dua
Jemariku ringkih menghitung, tak ada suara.. Tak ada gerakan.. Sepi.. Sunyi..
Liar menerawang alam putih sisi lain jiwaku, ketidakwarasan ini memulihkan lamunanku
Perlahan hening berganti arah, riuh, deras bergemuruh.. Seolah memipih subuh yang kulewati dengan sengaja pagi tadi..
Lalu, hening...
Tak ada suara, bahkan detuman liar jantungku terdengar lirih.. Sepi.. Hening..
Aku hampir mati, terbunuh tuan hati yang penuh caci maki.
Terlihat sengaja menikamkan pisau belenggu nya tepat dijantungku
Hening
Samar dan kabur sisi dinding disampingku
Hening
Terlalu hening, hening yang membuatku menggila kehilngan arah...
Tak ada arah.. Tanpa tujuan...
Hanya hening