This is my life...

a pieces story of me, as a daughter, sisters, friends, lovers and of course HUMAN

Saturday, 23 September 2017

Tanpa judul

Daun yang jatuh takkan pernah menyalahkan angin...
Karena daun dan angin hanya mengikuti alur yang diberikan tuhan..
Lalu kenapa aku merindukan mu?

Bolehkah aku membunuh rinduku?
Yang menetap dengan mantap di sebuah sudut kecil tak terusir

Wednesday, 5 April 2017

Sebuah definisi tanpa arti

Sepasang mata yang berbinar memberitahuku, cinta adalah sebuah essensi, membuatmu ingin sehidup semati, membuatmu menatap sendu wajah kekasihmu ketika ia terlelap, membuatmu merasa detik yg terlewat terlalu berharga untuk dilewatkan tanpanya... Cinta itu saling menghargai, meski kamu bukan seorang ratu, tapi cinta dengan kesederhanaannya memberimu nilai sebagai seorang ibu, iya ibu, bukan babu. Karena setiap kecupan lembut suamimu menjadi obat terbaik untuk setiap lelah, karena meski ia tidak memberi mu banyak tapi ia memberi mu cukup. Cukup kasih dan perhatian yang membuatmu tahu bahwa kamu tidak melewatkan hidupmu sendirian. Karena, hal yang lebih menyedihkan selain hidup sendirian adalah hidup bersama tapi merasa sendiri.

Lalu ada dia, seseorang yg menatapku sendu saat ku tanya apa itu cinta, dia bilang cinta itu rapuh, bisa terkikis dan menipis. Bagaikan sebuah kramik rapuh, tidak bisa terus menerus kamu perbaiki sampai tanganmu melepuh. Butuh perjuangan yang melelahkan, yang seiring dengan waktu membuatnya tidak cukup lagi. Karena menurutnya, cinta adalah kesabaran, saat wanita sudah tidak sabar menghadapi sikap lelakinya... Artinya dia berhenti mencintai lelakinya. Dan itu membuatnya seperti bom waktu yg bisa meledak kapan saja, saat cinta hilang karena gersang.


Definisinya membingungkan, tapi cinta itu tergantung darimana kamu berdiri, tanpa menghakimi. Karena seiring dengan bertambahnya usia kamu tahu bahwa cinta tidak melulu memiliki satu arti. Cinta bukan rantai yg mengikatmu, terlalu erat dan melukai.


Bagi saya, cinta adalah saling menghargai, sebuah kerja sama, butuh usaha yang besar untuk membuatnya berhasil, we need two lovers to make it works. But we only need one to destroy it.

Surat untuk kekasihku

Aku pernah bertanya pada diriku, dapatkah aku menemukan orang yang akan mencintaiku dan menjagaku sebaik ayahku dulu melindungiku.


Tidak mudah menemukanmu, memerlukan lebih dari sekedar perasaan.. Membutuhkan kesabaran, waktu dan perjuangan yang hanya kita berdua yang mengerti.


Bahkan, setelah bersamamu pun merupakan perjuangan yang tak pernah berakhir. Egoku yang selalu meninggi, suaraku yang tak pernah bisa kurendahkan dan sifatku yang kadang bahkan membuat ibuku sendiri kesulitan menghadapinya. Tapi kamu tetap disana, Berdiri tegak tak tergoyahkan. Kamu orang terdepan yang melindungiku dalam segala hal. Terima kasih. Untuk selalu mengalah saat aku pongah, untuk selalu setia berada didalam bayanganku saat aku hampir tak menemukan jati diriku. Terima kasih untuk menjadi ayah yang selalu tekun menghadapi inara kecil kita. Dan sekarang, saat kerinduan menyelubungiku aku tahu bahwa kamu hal terbaik yang aku miliki ❤ lets grow old together 😘 we love u papa..

Sunday, 10 February 2013

hening

Satu, dua Jemariku ringkih menghitung, tak ada suara.. Tak ada gerakan.. Sepi.. Sunyi.. Liar menerawang alam putih sisi lain jiwaku, ketidakwarasan ini memulihkan lamunanku Perlahan hening berganti arah, riuh, deras bergemuruh.. Seolah memipih subuh yang kulewati dengan sengaja pagi tadi.. Lalu, hening... Tak ada suara, bahkan detuman liar jantungku terdengar lirih.. Sepi.. Hening.. Aku hampir mati, terbunuh tuan hati yang penuh caci maki. Terlihat sengaja menikamkan pisau belenggu nya tepat dijantungku Hening Samar dan kabur sisi dinding disampingku Hening Terlalu hening, hening yang membuatku menggila kehilngan arah... Tak ada arah.. Tanpa tujuan... Hanya hening

Thursday, 29 March 2012

LUKA

layangkan gelas itu kekepalaku, sakitnya takkan menyakitkan lagi... tidak setajam kamu melukai ulu hatiku dengan diammu..dengan angkuhmu..tak pernah aku membenci manusia seperti aku membenci mu..
kamu mengambil semua yang tersisa dihidupku, bahkan mutiara hati sisa puing yang kau hancurkan pun kau ambil...
rebut saja semuanya, nurani picik mu pun takkan menyadari luka hati yang kau buat...
dunia kecilmu adalah dunia indah, damai yang takkan terusik jeritan kami...
tapi suatu hari nanti, yakinku suatu hari nanti, bahkan saat air matamu mencuci mata kakiku...
kaukan rasakan pedihnya rasa itu.. pedihnya menjadi ibuku...
pedihnya sakit ini,, pedihnya luka ini...pedihnya menjadi aku...
kitakan liat sisanya, semoga tuhan sang penguasa menyisakan waktu untukku melihat semuanya..
aku pendosa, aku pendusta.. tapi sakitnya adalah bagianmu...

Tuesday, 27 March 2012

TAK MAMPU MENENTUKAN ARAH

Tak mampu menentukan arah..
Saat angin membawaku menjauh dari pacu jalur hidupku, menyudahi kenormalan dan memulai sesuatu yang aku tau tak akan mudah untuk ku akhiri… bahkan mungkin takkan bisa…
Tak ingin melukai hati selain dari hati yang dimiliki raga ini…
Tak ingin menyakiti jiwa selain jiwa yang terpendam dalam nurani kotor diri ini…
Ingin menghentikan laju kencang roda sang waktu, agar takkan pernah ada yang terluka,,,
Agar tak ada perih terasa…
Pertanyaannya, APAKAH BISA?
hidup ini menyeretku terlalu jauh dalam permainan takdir,
permainan yang tak pernah ku mengerti awalnya, dan bahkan tak bisa kuramalkan akhirnya,,,
hanya bisa menjalani, menikmati dan mensyukuri...
cinta adalah nuansa yang hadirkan rasa, tidak kurang, tidak lebih...
tenggelamkan aku dalam lautan rasa Hai SANG PENGUASA SEMESTA...
dalam lautan naungan cinta Rob-ku, Dalam balutan kasih keluargaku, kekasihku, sahabatku dan semua orang yang menyayangiku...
agar meski aku tak tau kemana angin akan membawa langkah gontai kakiku, meski tikaman pisau akan merobeknya menghadirkan lambat mengiring perjalanan hidup...
setidaknya aku tau aku tak pernah sendiri...
karena lautan rasa orang orang yang mencintaiku selalu tertinggal disini,,,
dalam nurani tak bertuan,,,
_cutezarch7_

Friday, 3 February 2012

TIDURKU AKU TAKUT

sunyi padam luruh gelora manusiaku,,
sepi hampa tanpa musik di telingaku, tak biasa aku menulis tanpa lagu tapi nada sekitar menjadi lagu yg padamkan remuk gemuruh jiwaku di peraduan,,
aku ingin terlelap, tidur dalam pelukan lembut hangat selimut yang biasa membuaiku, tapi kali pertama menjelangku menutup mata aku ketakutan,,
aku takut ya rob,
seandainya esok takkan kutemui pagi utuh dalam balutan roh di jasadku,,
aku takut ya rob,
dosaku bagai balutan debu di musim kemarau yg tak terhitung dan selalu datang kembali setelah sekejap menghilang,,
luluh lantak jiwaku berbalut kalut...