layangkan gelas itu kekepalaku, sakitnya takkan menyakitkan lagi... tidak setajam kamu melukai ulu hatiku dengan diammu..dengan angkuhmu..tak pernah aku membenci manusia seperti aku membenci mu..
kamu mengambil semua yang tersisa dihidupku, bahkan mutiara hati sisa puing yang kau hancurkan pun kau ambil...
rebut saja semuanya, nurani picik mu pun takkan menyadari luka hati yang kau buat...
dunia kecilmu adalah dunia indah, damai yang takkan terusik jeritan kami...
tapi suatu hari nanti, yakinku suatu hari nanti, bahkan saat air matamu mencuci mata kakiku...
kaukan rasakan pedihnya rasa itu.. pedihnya menjadi ibuku...
pedihnya sakit ini,, pedihnya luka ini...pedihnya menjadi aku...
kitakan liat sisanya, semoga tuhan sang penguasa menyisakan waktu untukku melihat semuanya..
aku pendosa, aku pendusta.. tapi sakitnya adalah bagianmu...
No comments:
Post a Comment
Lets Talk About...